Keresahan Warga Memuncak, Pemerintah Pusat Diminta Evaluasi Kepemimpinan Mualem

DKI POST

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 18:46 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketika masyarakat Aceh masih berjibaku menghadapi dampak banjir dan berbagai persoalan daerah, aktivitas Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem yang disebut berulang kali bepergian ke Kuala Lumpur, Malaysia, menuai sorotan.

Warga mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Pemerintah Aceh ketika kepala daerah dinilai tidak selalu berada di tengah masyarakat saat berbagai persoalan membutuhkan penanganan cepat.

“Kalau memang untuk berobat, tentu kita memahami. Tetapi masyarakat juga berhak bertanya, apakah pemerintahan tetap berjalan maksimal? Siapa yang memastikan persoalan rakyat ditangani ketika gubernur berada di luar negeri?” ujar seorang warga Aceh korban banjir yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANJIR BELUM SELESAI, PERTANYAAN MAKIN KERAS

Banjir menjadi salah satu persoalan yang membuat keresahan masyarakat semakin kuat. Di tengah kebutuhan penanganan bencana, persoalan infrastruktur dan pelayanan publik juga masih menjadi perhatian.

Warga menilai kepala daerah seharusnya menunjukkan kehadiran dan kepemimpinan yang kuat dalam situasi seperti itu.

“Rakyat memilih pemimpin bukan hanya untuk melihatnya dalam acara seremonial. Ketika rakyat terkena banjir, ketika jalan rusak dan ekonomi sulit, di situlah kepemimpinan diuji,” katanya.

Ia juga mempertanyakan berbagai kebijakan pemerintahan, termasuk dinamika pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Jangan sampai pemerintah sibuk dengan urusan internal, sementara persoalan rakyat justru menumpuk,” ujarnya.

DESAK PRESIDEN EVALUASI PEMERINTAHAN ACEH

Kekecewaan tersebut kini diarahkan kepada pemerintah pusat. Warga meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata terhadap dinamika pemerintahan Aceh.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memastikan roda pemerintahan Aceh berjalan efektif dan seluruh pejabat menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Kami meminta Presiden turun tangan dan mencari solusi. Kalau gubernur memang sedang fokus pada persoalan kesehatan, tentu harus ada mekanisme yang memastikan pemerintahan tetap berjalan maksimal,” katanya.

Ia menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk mempersoalkan hak seseorang mendapatkan layanan kesehatan, melainkan mempertanyakan tanggung jawab pemerintahan kepada masyarakat.

KPK DIMINTA PERIKSA JIKA ADA DUGAAN PELANGGARAN

Sorotan juga diarahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warga meminta setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan, fasilitas negara, maupun anggaran diperiksa secara objektif apabila terdapat indikasi pelanggaran.

“Jangan ada kesan pejabat tertentu kebal hukum. Kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan secara terbuka. Kalau ada dugaan pelanggaran, periksa sesuai hukum,” tegasnya.

Namun, seluruh tudingan maupun dugaan tersebut, kata dia, harus dibuktikan melalui data dan mekanisme hukum yang berlaku.

“COPOT, PERIKSA, GANTI”

Kritik terhadap Mualem bahkan mulai berkembang menjadi tuntutan politik.

Warga menyatakan tidak menutup kemungkinan turun ke jalan jika pemerintah pusat tidak merespons keresahan yang berkembang.

“Copot Mualem! Periksa Mualem! Ganti Mualem!” serunya.

Bagi warga, Aceh saat ini membutuhkan pemerintahan yang hadir dan bekerja penuh menghadapi persoalan masyarakat.

“Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya hadir ketika ada acara. Rakyat membutuhkan pemimpin yang hadir ketika bencana datang dan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Rakyat Indonesia Berterimakasih Ke Presiden RI Bersama Jajarannya Bongkar Korupsi Dan Hukum Mati
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
PW GP Al Washliyah : Jika Eks Jampidsus Diistimewakan, Kepercayaan Publik terhadap Hukum Bisa Runtuh
Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas
Kecam Pernyataan Hotman Paris: Jangan Bangun Narasi yang Membingungkan Publik
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Bela Ketum Bahlil, Fahd El Fouz Arafiq Tegaskan Ormas Golkar Siaga Satu Hadapi Serangan Politik
Publik menilai Kenaikan Gaji TNI Bukti Nyata Komitmen Presiden Prabowo Meningkatkan Kesejahteraan Prajurit

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Tinjau Standar Higienis Produksi Tempe dan Dapur Lapas Sibolga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:06 WIB

PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri Berantas Narkotika, Keamanan Kondusif Topang Produktivitas Sektor Perkebunan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Serdang Bedagai Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah Bilal Mayat di Desa Kesatuan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:27 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:11 WIB

PTPN IV Regional I Apresiasi Ketegasan Polri Berantas Narkoba untuk Keamanan Objek Vital Nasional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Lapas Sibolga Terima Kunjungan Dinas DPMPPTSP Tapanuli Tengah, Bahas Legalitas Usaha Rumah Produksi Tempe

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Dari Balik Jeruji untuk Masyarakat, Tempe Produksi Lapas Sibolga Hadir di Dapur MBG

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Lapas Sibolga Gelar Bakti Sosial, Bantu Pulihkan SDN 152983 Hutanabolon 1 Pascabanjir

Berita Terbaru