SIBOLGA
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga menerima kunjungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah dalam rangka peninjauan dan evaluasi pemenuhan standar kesehatan serta higiene sanitasi pada rumah produksi tempe, dapur UMKM, dan dapur Lapas Sibolga, Rabu (14/10).
Kepala Lapas (Kalapas) Sibolga, Tri Purnomo, bersama jajaran menerima langsung kunjungan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, beserta tim.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Lapas Sibolga dan Pemerintah Daerah dalam memastikan proses pengolahan pangan memenuhi persyaratan kesehatan dan menghasilkan produk yang aman dikonsumsi masyarakat.
Dalam peninjauan rumah produksi tempe, Kalapas Sibolga bersama Kepala Dinas Kesehatan dan tim melihat secara langsung tahapan proses produksi.
Tim Dinas Kesehatan juga melakukan observasi dan penilaian terhadap kondisi tempat produksi, proses pengolahan, serta aspek kebersihan dan sanitasi.
Selain itu, tim memberikan sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan penerapan standar higiene dalam kegiatan produksi.
Sebagai bagian dari pemeriksaan lebih lanjut, tim turut mengambil sampel tempe untuk dilakukan pengujian laboratorium.
Pengujian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai aspek keamanan pangan dan menjadi salah satu langkah untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke dapur UMKM dan dapur Lapas Sibolga guna melihat kondisi fasilitas serta pelaksanaan kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.
Melalui kegiatan ini, setiap aspek yang masih memerlukan perbaikan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi serta ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Lapas Sibolga, termasuk kegiatan pembinaan kemandirian melalui produksi tempe dan pengembangan UMKM.
Kehadiran tim Dinas Kesehatan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Lapas Sibolga dan Pemerintah Daerah, khususnya dalam pendampingan serta peningkatan kualitas pengolahan pangan.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kalapas Sibolga, Tri Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan dan masukan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Seluruh rekomendasi dan persyaratan higiene sanitasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti dalam rangka meningkatkan kualitas proses produksi.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan memenuhi persyaratan kesehatan yang berlaku agar produk yang dihasilkan Lapas Sibolga memiliki kualitas yang baik, higienis, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Masukan dari Dinas Kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu produksi sekaligus penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Lapas Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sinergi dengan Dinas Kesehatan diharapkan dapat mendorong penerapan standar higiene sanitasi secara berkelanjutan, sehingga produk hasil pembinaan semakin berkualitas, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (AVID/ Tim Humas Lasiga).






















